Hasanain Juaeni – Tuan Guru, Tokoh Lombok, Peraih Ramon MagSaySay Award

July 20th, 2012 by dr.emi

Tak ada waktu untuk menulis panjang, namun malam ini gw sangat tertarik dengan tokoh ini. Setelah menonton acara di TVONE tgl 20 Juli 2012 malam.

Hasanain Juaeni namanya, seorang Tuan Guru yang sederhana dan hidup bersahaja di dataran Lombok yang penuh budaya dan alam yang indah.

Apa yang menjadikan gw menulis kali ini, karena sosok Hasanain Juaeni juga merupakan tokoh bagi gw yang mampu mendongkrak dan menselaraskan antara budaya Sasak yang berkembang dengan alam agar tetap sejalan dengan Islam.

Kagum akan nilai nilai kebaikan yang dilaksanakannya di daerah sekitar dan bagi masyarakata Lombok umumnya. Terlahir sebagai putra Sasak, dan seorang lulusan Ilmu Hukum ini, memiliki keinginan untuk terus melestarikan budaya Sasak dengan tetap melestarikan alam.

Pada seuatu ketika Beliau mendapat penghargaan berupa Ramon MagSaySay Award dari Philipina (http://www.rmaf.org.ph/), sama seperti yang diperoleh Sang Guru Besar kita Gus Dur.

Sebagai bentuk kepedulian dunia akan nilai kebaikan dan kegiatan positifnya bagi lingkungan, perempuan, budaya dan agama. Ini yang sangat membuat gw kagum, dimana banyak sekali saat ini pada orang orang pintar, yang mengaku Ustad, ulama di tivi, radio yang setiap hari memberikan ceramah, namun NOL hasilnya. Tak lebih tak kurang hanya untuk mengejar materi semata.

Beliau berpendapat bahwa, Pondok Pesantren Nurul Harmain merupakan pondok pesantren modern yang mengedepankan kepentingan kepentingan perempuan dalam kehidupan. Dimana beliau juga mengajarkan bahwa, perempuan merupakan guru dari segala aspek kehidupan yang harus terus di perbaiki, dipersiapkan, dididik, agar bangsa dan masyarakat ini menjadi lebih baik.

Tertarik dengan kegiatan alam yang diterapkan di Pondok Pesantren pimpinannya, beliau menerapkan “Kemah Budaya”, yang berbeda dari kemah kemah umumnya yang diterapkan di pendidikan di Indonesia. Kalau di pendidikan lainnya, kemah atau kegiatan alam itu banyak ke tempat tempat terpencil, gunung, hutan, dan sejenisnya. Kalau disini, beliau mengajarkan agar kemah budaya di terapkan ke kampung kampung di daerah Lombok, untuk mengajarkan pada para santri akan pentingnya melestarikan budaya. Agar dapat belajar bagaimana bersosialisasi dan mengenal budayanya. Biasanya ada berkemah hingga 2 minggu, 3 minggu, dan 1 bulan tutur beliau dalam sebuah acara di TV ONE.

Hal menarik lainnya bagi gw adalah, ketika Tuan Guru yang sederhana ini senantiasa mengajak masarakat sekitar untuk tetap melestarikan pohon, dan dikarenakan banyak tradisi di Lombok yang bertentangan dengan pelestarian pohon ini, mengharuskan Beliau bersusah payah dalam menerapkan nilai nilai dan prinsip dasar pelestarian lingkungan ini. Tradisi tradisi tersebut terkadang bertentangan dengan pelestarian lingkungan, kata beliau.

Dalam kehidupan masyarakat lombok ada namanya prosesi adat yang menghidangkan makanan dari pohon kelapa secara besar besaran ketika ada acara adat / kluarga, maka mnurut beliaui: hitunglah berapa pohon kelapa yang ditebang setiap tahunnya jika tradisi ini terus berjalan. Maka dengan sentuhan budaya dan adat setempat, masyarakat diajak untuk menanam pohon kelapa sebanyak banyaknya setiap taunnya, ribuan pohon kelapa harus tetap ditanam setiap tahunnya kata beliau.

Tak banyak yang gw bisa ceritakan dari tokoh ini, namun di akhir cerita ini. Ada petikan yang sangat menyentuh dari Istri beliau yang selalu mendukung dan mendampingi suami dalam setiap geraknya: “Pertemukan pohon dan bibit pohon ini dengan tanah, agar tetap tumbuh dan lestari alam ini. Sesungguhnya aku tidak mengharapkan apa apa dari semua ini, karena setiap pohon yang ditanam inilah yang akan mendoakan ku selalu.”

“Hasanain Juaeni, sosok yang menjunjung tinggi nilai nilai kebaikan demi kelestarian alam dan kebaikan umat manusia di muka bumi.”¬†

http://nurulharamain.webs.com/

http://rumahalir.or.id/2012/05/23/ponpes-nurul-haramain-sumbang-bibit-pohon-satu-juta-pertahun-2/

http://warsyi.blogspot.com/2009/11/class-six-0910-of-nurul-haramain.html

http://www.youtube.com/watch?v=o09E2WPXQPk

http://www.rmaf.org.ph/

Popularity: 6% [?]

Aku Bangga Menjadi Anak Sasak

November 9th, 2008 by dr.emi

Aku Bangga Menjadi Anak Sasak

Jalan jalan ke sebuah website komunitas suku sasak, gw nemu sebuah artikel yang menggugah semangat gw untuk terus meningkatkan kreasi dan karya gw. SASAK.ORG, sudah la

read more

 

Popularity: 2% [?]

 
 
 
 
Category
stack

Switch to our mobile site