Ratna Sari Dewi Soekarno di Bukan Jalan Jalan Biasa TVONE (20 Jul 2012)

July 20th, 2012 by dr.emi

Ratna Sari Dewi Soekarno di Bukan Jalan Jalan Biasa TVONE (20 Jul 2012):

“Saya tidak dapat memaafkan Pak Harto. Pak Harto sangat menyakiti hati Bapak (Soekarno), Pak Harto telah menghianati bangsanya sendiri. Jika orang tidak tau tentang kebenaran itu, maka Pak Harto adalah seorang Pahlawan, namun bagi saya Pak Harto adalah Seorang Penghianat Bangsa Indonesia”

“Saya adalah satu satunya istri Pak Karno yang mampu membangkitkan wibawa Bapak (Soekarno), dimana beliau selalu akan tampil lebih berwibawa, bersemangat, tidak gelisah, tidak pernah cemas.”

“Pak Harto telah menghancurkan Bapak Bangsa Indonesia, seorang Bapak yang telah membawa kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia.”

“Kalau dahulu, bangsa Indonesia sangat bangga ke luar negeri. Namun kini menjadi babu di luar negeri. Dahulu Malaysia takut dengan Indonesia, namun kini kebalikannya.”

Pesan terakhir dari surat Pak Karno kepada Ratna Sari Dewi: “Kalau aku mati, kuburlah aku di bawah pohon yang dingin. Aku punya istri yang aku cintai namanya Ratna Sari Dewi. Kalau dia mati nanti, kuburlah dia di dalam kuburku.”

Harapan Ibu Ratna Sari Dewi: “Dengan buku yang diterbitkannya, berharap dapat membersihkan nama Bapak (Soekarno), yang telah dirusak sejak taun 1962 oleh para penghianat Bangsa Indonesia.”

“Dia adalah orang yang luar biasa, sayang sekali sampai hari ini tidak ada lagi yang seperti Bapak (Soekarno)”

“Mudah2an makam Bapak (Soekarno) di Indonesia, dapat diperbagus dan dibuatkan akses yang mudah bagi para peziarah untuk berziarah.”

http://id.wikipedia.org/wiki/Ratna_Sari_Dewi_Soekarno

Popularity: 20% [?]

Email untuk Pak ESBEYE di HUT RI ke 65

August 17th, 2010 by dr.emi

Ass. Wr. Wb. Pa ESBEYE

Perkenalkan saya Hairul Azami, seorang WNI asal Lombok yang sedang bekerja di Bandung.

Pagi ini saya menonton berita di *****, perihal Rumah persinggahan Presiden RI ke – 1 di Rengasdengklok akan dijual oleh ahli warisnya.

Sebelumnya, saya ingin memastikan apakah Bapak Presiden telah mengetahui kabar ini atau belum ?

Sebagai anak bangsa yang sangat fanatik terhadap Nasionalisme Kebangsaan RI. Saya sedih dan menangis, kenapa bisa seperti ini ?

Tidak adakah anggaran negara tercinta ini untuk sekedar memelihara sejarah terpenting tersebut ?

Jika seandainya benar Rumah di Rengasdengklok nantinya terjual, alangkah kecewanya Proklamator kita. Kita ketahui semua, disanalah Text Proklamasi dirumuskan, dan bendera RI dijahit Ibu Fatmawati.

Saya tidak akan berkata, “Kalau bisa diperhatikan”, tetapi melalui email ini, saya akan berkata:

“Pak ESBEYE Harus memperhatikan dan memelihara segala sesuatu yang berkaitan dengan SEJARAH RI”.

Demikian himbauan ini saya sampaikan, sebagai bentuk prihatin saya terhadap kondisi nasionalisme kita sebangsa setanah air saat ini yang semakin rapuh.

Wassalam.

MERDEKA SAMPAI MATI!!!!

Popularity: 25% [?]

 
 
 
 
Category
stack

Switch to our mobile site