TokoFinger.Com – Solusi JITU Karyawan Anda

August 25th, 2013 by dr.emi

Solusi JITU Karyawan Anda
Karyawan tdk disiplin/sring telat?

Disini solusinya !

www.tokofinger.com

Popularity: 4% [?]

SEJARAH HIDUP PRESIDEN SOEKARNO

August 22nd, 2013 by dr.emi

Ir Soekarno dikenal sebagai Presiden pertama Republik Indonesia dan juga sebagai Pahlawan Proklamasi, Soekarno  yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta. Saat ia lahir dinamakan Koesno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika.

read more

 

Popularity: 5% [?]

Dibalik konspirasi para pecundang negeri ini terhadap ulama, ustadz, dan panutan islam lainnya

July 26th, 2013 by dr.emi

INI BARU TULISAN, ane demen banget dah ama YM, dibanding SOLMET KORET itu, apalagi yang JAMAAAAHHHH……. kudu budug bner dah.
Ustadz Sedekah dalam Pusaran Badai Konspirasi</p>
<p>Islamedia - Jika kita mau mengamati sedikit lebih detail. Khususnya di negeri ini, maka para ustadz yang membawa Islam ke ranah 'dunia', pasti akan berhadapan dengan konspirasi yang tak bertepi. Uniknya, konspirasi ini dirancang sedemikian rupa sehingga nampak apa adanya. </p>
<p>Meskipun, bagi kalangan yang melek intelektual, dan sedikit mau memakai hatinya dengan kaca mata kearifan, nampak sekali bahwa hal tersebut tidak normal. Dibuat-buat, di lebay-lebay-kan.  </p>
<p>Hal tersebut berlaku sebaliknya. Para Ulama' yang (maaf) hanya sibuk dengan 'akhirat' tanpa mau menyentuh 'dunia', maka dia akan aman. Sepi dari makar. Bahkan, disuburkan. </p>
<p>Kita mulai dari sebuah contoh. Aa Gym. Ingat awal dakwah beliau? Sukses Luar Biasa. Bahkan sempat diwacanakan, ada yang mencalonkan beliau menjadi kandidat Presiden di Negeri ini. Beliau tidak hanya ceramah. Tidak hanya ngurus 'akhirat'. Beliau nulis buku, punya bisnis yang menasional. Mulai dari air minum, penerbitan, travel, radio, tv, dan seterusnya. Video ceramah-ceramah beliau juga marak di dunia maya.</p>
<p>Tampilannya pun necis. Tidak melulu bersarung. Bahkan, saya tidak pernah melihat beliau bergamis layaknya syeikh-syeikh di Timur Tengah sana. Beliau lebih suka bersarung dipasangkan dengan jas atau baju taqwa dihiasai penutup kepala berupa peci yang diikat dengan surban. Karena beliau terjun juga ke urusan 'dunia', beliau tak jarang nampak berjas, bercelana, dan pakaian khas eksekutif lainnya. Beliau juga hobi berkuda dan aneka hobi ekstrim lainnya.  </p>
<p>Singkatnya, beliau berhasil membangun sebuah kerajaan baru di negeri ini. Dan tidak sejengkalpun tanah di negeri ini yang belum beliau jejaki. Baik dengan ceramah, tulisan maupun produk beliau.</p>
<p>Saya sangat yakin, jika ketika itu beliau benar-benar maju menjadi kandidat calon Presiden di negeri ini, Insya Allah beliau akan terpilih. </p>
<p>Nah, musuh-musuh Islam inilah yang tidak akan tenang dengan gerakan beliau. Sehingga disusunlah makar. Jahat. Tapi begitulah perjuangan. Kerajaan yang beliau bangun sedemikian kuat, kokoh itu, dihancurleburkan melalui sebuah konspirasi : Poligami.</p>
<p>Sangat aneh kawan-kawanku sekalian. Media serentak menyerang beliau. Habis-habisan. Hingga masalah yang dianjurkan oleh agama ini, nampak tabu karena pemberitaan. Bahkan, tak sedikit jama'ah yang berbalik membenci beliau. Padahal, sang istri pertama pun ikhlas menerima pernikahan beliau yang kedua. Meski sempat cerai, tapi akhirnya mereka kembali dalam sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, aamiin. Insya Allah. </p>
<p>Andai kita mau bertanya, "Kenapa Poligami yang dilakukan Aa Gym dihukumi "haram" oleh media? Sehingga mereka bersatu padu memberitakan ini agar nampak seperti kesalahan?" Jawabannya sederhana : media mengikuti mau pemodal. Siapa punya modal, dia bisa dengan suka hati menurunkan berita.</p>
<p>Lantas, siapakah insan pemilik media itu? Panjang kalau pertanyaan ini kita bahas. </p>
<p>Satu pertanyaan lagi, "Kenapa pernikahan Aa Gym dipermasalahkan? Sementara banyak sekali ustadz, kiyai, anggota DPR, dan orang biasa yang melakukan poligami serupa? Bahkan, ketika Ustadz Arifin Ilham Poligami-pun, tidak ada pemberitaan sama sekali. Padahal, Jama'ah ustadz Arifin Ilham juga jutaan? Tak jauh beda dengan jama'ah Aa Gym kala itu?" </p>
<p>Saya hanya bisa menjawab, "Saya tidak jauh lebih tahu dari anda."<br />
Itu satu contoh. </p>
<p>Contoh kedua. Ustadz Sedekah. Yusuf Mansyur. Pola dakwahnya mirip Aa Gym. Gaul. Beliau juga gak pernah terlihat memakai gamis. Hanya celana dan baju panjang. Bajunya-pun bukan koko. Kadang, cuma kemeja biasa. Saya pernah menyaksikan beliau mengimami shalat Maghrib ketika bulan Ramadhan sekitar dua tahun yang lalu di salah satu Masjid di Komplek Pabuaran Indah - Bogor. </p>
<p>Beliau mampir. Sahabat tahu? Celana yang beliau pakai, bagian ujungnya robek. Beliau nampak enjoy. Padahal, harta beliau sudah milyaran.</p>
<p>Nah, beliau juga terjun ngurusi 'dunia'. Mulai investasi, sawah, hotel, dan lain-lain. Rumah Penghafal Qur'an yang beliau gagas saja, tersebar di seluruh Indonesia dengan brand yang sama. Ceramah beliau juga tersebar luas di you tube. Dakwah beliau biasa disiarkan di televisi nasional Kita. Bahkan, Ramadhan tahun lalu, beliau rutin mengisi kajian selepas tarawih, setiap malam dan disiarkan di televisi nasional kita.</p>
<p>Gagasan yang beliau bawa sederhana, Mari Beli Ulang Indonesia. merupakan sebentuk cinta anak negeri kepada bangsanya. Nasionalisme beliau bukan sekedar buta. Bukan lantaran suku. Tapi cinta kepada negerinya. Karena kesadaran penuh bahwa negeri ini adalah amanah yang harus dijaga. Bahwa negeri ini hanya bisa dimakmurkan dengan iman dan taqwa seluruh penghuninya. </p>
<p>Mimpi beliau sangat mulia. Membeli televisi nasional, membeli bank syari’ah yang kini asetnya dikuasai asing, mempunyai hotel syari'ah, mendirikan Rumah Penghafal Qur'an di setiap jengkal negeri ini, dan seterusnya. </p>
<p>Saya berpendapat, beliau satu-satunya ustadz yang hanya modal 'ceramah', bisa mengumpulkan jutaan bahkan puluhan milyar rupiah. Ingat, hanya ceramah. Ini, tak bisa dilakukan oleh banyak orang. Benar-benar tidak ada duanya. </p>
<p>Dalam setiap kajian, beliau akan meminta jama'ah untuk berinfaq. </p>
<p>Uang yang terkumpul akan diberikan untuk pengurus masjid setempat atau untuk dakwah, seluruhnya. Beliau tidak mengambil sesenpun. Dalam sekali 'sulap', terkumpullah uang puluhan juta. Luar Biasa, bukan? Berapa kali lipat? Modalnya cuma ceramah! Yang lebih menakjubkan, beliau tak pernah memasang tarif. Beliau juga tidak memiliki asisten ketika datang berceramah. Beliau membaur, bersama jama’ahnya.</p>
<p>Dalam kasus terbaru, dengan konsep Patungan Usaha (PU) dan Patungan Asset (PA), beliau berhasil menarik puluhan milyar rupiah ke dalam rekening beliau. Ingat ya, modalnya hanya ceramah. Bahkan PA dan PU itu, hanya disosialisasikan lewat Internet. Di website dan akun twitter beliau. Dimana paket infaq mulanya hanya 1 juta perorang, kini sudah dipatok menjadi 12 juta. Bisa perorang, rombongan atau atas nama majlis taklim. </p>
<p>Nah, musuh Islam ini keder melihat orang seperti beliau. Hanya modal ceramah saja, bisa mengumpulkan puluhan milyar dalam waktu dekat. Jika dibiarkan, maka puluhan milyar itu bisa menjadi puluhan triliun. Jika puluhan, ratusan dan ribuan triliun sudah terkumpul, bisa jadi kita akan lunasi hutang negeri ini dengan uang tersebut. Dan ini, benar-benar membuat musuh Islam berpikir setengah mati untuk menghentikan langkah beliau. </p>
<p>Sekarang ini, konspirasi-konspirasi jahat yang dialamatkan kepada beliau mulai dilancarkan. Dengan beragam cara dan sudut pandang. Saya ingat majalah yang pertama kali mengusik dakwah beliau dan media-media yang kemudian menyerang beliau secara membabi buta.</p>
<p>Bahkan, ada diantara mereka yang bertanya, "Bagaimana kalau ada jama'ah yang minta uangnya dikembalikan?"</p>
<p>Ini pertanyaan bodoh. Sangat bodoh. Karena sampai sekarang, tidak ada jama’ah yang datang menarik investasi yang sudah diititipkan dalam PA dan PU yang beliau gagas itu. Bahkan, di luar sana, banyak sekali jama’ah yang ingin bergabung. Tapi belum kesampaian. Baik karena uangnya terpakai untuk kebutuhan lain, atau yang memang sedang mengumpulkan uang sejumlah itu.</p>
<p>Oya, jangan cerita ke siapa-siapa ya? Beliau ini, berdasarkan sumber yang tidak mau disebut namanya, didatangi oleh beberapa orang yang hendak mencalonkan diri menjadi calon Presiden di pemilu mendatang. Dan, ustadz YM ini ditawari untuk menjadi wakilnya. Dengan tegas, ustadz yang masih muda dan tampan itu menolak. Dan penolakan beliau, berujung pada konspirasi jahat yang tengah terjadi saat ini.</p>
<p>Akhirnya, kita sepakati perkataan Ustadz M Natsir. Sang pendahulu dakwah di negeri ini pernah berpesan. Bahwa orang Islam yang mengurusi ekonomi, politik dan hal-hal 'duniawi' lainnya, tidaklah mungkin dibiarkan. </p>
<p>Beliau kemudian melanjutkan, jika tidak mau diganggu, maka berislamlah hanya di masjid saja. Sholat, dzikir, baca Qur'an, istighotsah dan ibadah-ibadah ritual lainnya.</p>
<p>Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Kita doakan ustadz-ustadz kita itu. Terlebih lagi, beliau-beliau yang terjun ke rimba raya politik dan ekonomi. Agar Allah menolong mereka, Agar Allah menguatkan mereka. Dan kita, menjadi bagian dari mereka. </p>
<p>Para musuh Islam memang membuat makar. Tapi ingatlah, Bahwa Allahlah sebaik-sebaik pembuat makar.</p>
<p>Karena kita punya Allah, maka kita punya berjuta harapan. </p>
<p>Karena kita punya Allah, maka musuh hanyalah kerikil yang akan kita tendang ketika menghalangi jalan Kita. </p>
<p>Karena kita punya Allah, maka tak ada alasan untuk mundur dari peperangan ini. </p>
<p>Karena Islam, akan tetap menang. Dengan atau tanpa kita.</p>
<p>Tetaplah bertahan dan Bersiap-siagalah.</p>
<p>Pirman

Ustadz Sedekah dalam Pusaran Badai Konspirasi

Islamedia – Jika kita mau mengamati sedikit lebih detail. Khususnya di negeri ini, maka para ustadz yang membawa Islam ke ranah ‘dunia’, pasti akan berhadapan dengan konspirasi yang tak bertepi. Uniknya, konspirasi ini dirancang sedemikian rupa sehingga nampak apa adanya.

Meskipun, bagi kalangan yang melek intelektual, dan sedikit mau memakai hatinya dengan kaca mata kearifan, nampak sekali bahwa hal tersebut tidak normal. Dibuat-buat, di lebay-lebay-kan.

Hal tersebut berlaku sebaliknya. Para Ulama’ yang (maaf) hanya sibuk dengan ‘akhirat’ tanpa mau menyentuh ‘dunia’, maka dia akan aman. Sepi dari makar. Bahkan, disuburkan.

Kita mulai dari sebuah contoh. Aa Gym. Ingat awal dakwah beliau? Sukses Luar Biasa. Bahkan sempat diwacanakan, ada yang mencalonkan beliau menjadi kandidat Presiden di Negeri ini. Beliau tidak hanya ceramah. Tidak hanya ngurus ‘akhirat’. Beliau nulis buku, punya bisnis yang menasional. Mulai dari air minum, penerbitan, travel, radio, tv, dan seterusnya. Video ceramah-ceramah beliau juga marak di dunia maya.

Tampilannya pun necis. Tidak melulu bersarung. Bahkan, saya tidak pernah melihat beliau bergamis layaknya syeikh-syeikh di Timur Tengah sana. Beliau lebih suka bersarung dipasangkan dengan jas atau baju taqwa dihiasai penutup kepala berupa peci yang diikat dengan surban. Karena beliau terjun juga ke urusan ‘dunia’, beliau tak jarang nampak berjas, bercelana, dan pakaian khas eksekutif lainnya. Beliau juga hobi berkuda dan aneka hobi ekstrim lainnya.

Singkatnya, beliau berhasil membangun sebuah kerajaan baru di negeri ini. Dan tidak sejengkalpun tanah di negeri ini yang belum beliau jejaki. Baik dengan ceramah, tulisan maupun produk beliau.

Saya sangat yakin, jika ketika itu beliau benar-benar maju menjadi kandidat calon Presiden di negeri ini, Insya Allah beliau akan terpilih.

Nah, musuh-musuh Islam inilah yang tidak akan tenang dengan gerakan beliau. Sehingga disusunlah makar. Jahat. Tapi begitulah perjuangan. Kerajaan yang beliau bangun sedemikian kuat, kokoh itu, dihancurleburkan melalui sebuah konspirasi : Poligami.

Sangat aneh kawan-kawanku sekalian. Media serentak menyerang beliau. Habis-habisan. Hingga masalah yang dianjurkan oleh agama ini, nampak tabu karena pemberitaan. Bahkan, tak sedikit jama’ah yang berbalik membenci beliau. Padahal, sang istri pertama pun ikhlas menerima pernikahan beliau yang kedua. Meski sempat cerai, tapi akhirnya mereka kembali dalam sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, aamiin. Insya Allah.

Andai kita mau bertanya, “Kenapa Poligami yang dilakukan Aa Gym dihukumi “haram” oleh media? Sehingga mereka bersatu padu memberitakan ini agar nampak seperti kesalahan?” Jawabannya sederhana : media mengikuti mau pemodal. Siapa punya modal, dia bisa dengan suka hati menurunkan berita.

Lantas, siapakah insan pemilik media itu? Panjang kalau pertanyaan ini kita bahas.

Satu pertanyaan lagi, “Kenapa pernikahan Aa Gym dipermasalahkan? Sementara banyak sekali ustadz, kiyai, anggota DPR, dan orang biasa yang melakukan poligami serupa? Bahkan, ketika Ustadz Arifin Ilham Poligami-pun, tidak ada pemberitaan sama sekali. Padahal, Jama’ah ustadz Arifin Ilham juga jutaan? Tak jauh beda dengan jama’ah Aa Gym kala itu?”

Saya hanya bisa menjawab, “Saya tidak jauh lebih tahu dari anda.”
Itu satu contoh.

Contoh kedua. Ustadz Sedekah. Yusuf Mansyur. Pola dakwahnya mirip Aa Gym. Gaul. Beliau juga gak pernah terlihat memakai gamis. Hanya celana dan baju panjang. Bajunya-pun bukan koko. Kadang, cuma kemeja biasa. Saya pernah menyaksikan beliau mengimami shalat Maghrib ketika bulan Ramadhan sekitar dua tahun yang lalu di salah satu Masjid di Komplek Pabuaran Indah – Bogor.

Beliau mampir. Sahabat tahu? Celana yang beliau pakai, bagian ujungnya robek. Beliau nampak enjoy. Padahal, harta beliau sudah milyaran.

Nah, beliau juga terjun ngurusi ‘dunia’. Mulai investasi, sawah, hotel, dan lain-lain. Rumah Penghafal Qur’an yang beliau gagas saja, tersebar di seluruh Indonesia dengan brand yang sama. Ceramah beliau juga tersebar luas di you tube. Dakwah beliau biasa disiarkan di televisi nasional Kita. Bahkan, Ramadhan tahun lalu, beliau rutin mengisi kajian selepas tarawih, setiap malam dan disiarkan di televisi nasional kita.

Gagasan yang beliau bawa sederhana, Mari Beli Ulang Indonesia. merupakan sebentuk cinta anak negeri kepada bangsanya. Nasionalisme beliau bukan sekedar buta. Bukan lantaran suku. Tapi cinta kepada negerinya. Karena kesadaran penuh bahwa negeri ini adalah amanah yang harus dijaga. Bahwa negeri ini hanya bisa dimakmurkan dengan iman dan taqwa seluruh penghuninya.

Mimpi beliau sangat mulia. Membeli televisi nasional, membeli bank syari’ah yang kini asetnya dikuasai asing, mempunyai hotel syari’ah, mendirikan Rumah Penghafal Qur’an di setiap jengkal negeri ini, dan seterusnya.

Saya berpendapat, beliau satu-satunya ustadz yang hanya modal ‘ceramah’, bisa mengumpulkan jutaan bahkan puluhan milyar rupiah. Ingat, hanya ceramah. Ini, tak bisa dilakukan oleh banyak orang. Benar-benar tidak ada duanya.

Dalam setiap kajian, beliau akan meminta jama’ah untuk berinfaq.

Uang yang terkumpul akan diberikan untuk pengurus masjid setempat atau untuk dakwah, seluruhnya. Beliau tidak mengambil sesenpun. Dalam sekali ‘sulap’, terkumpullah uang puluhan juta. Luar Biasa, bukan? Berapa kali lipat? Modalnya cuma ceramah! Yang lebih menakjubkan, beliau tak pernah memasang tarif. Beliau juga tidak memiliki asisten ketika datang berceramah. Beliau membaur, bersama jama’ahnya.

Dalam kasus terbaru, dengan konsep Patungan Usaha (PU) dan Patungan Asset (PA), beliau berhasil menarik puluhan milyar rupiah ke dalam rekening beliau. Ingat ya, modalnya hanya ceramah. Bahkan PA dan PU itu, hanya disosialisasikan lewat Internet. Di website dan akun twitter beliau. Dimana paket infaq mulanya hanya 1 juta perorang, kini sudah dipatok menjadi 12 juta. Bisa perorang, rombongan atau atas nama majlis taklim.

Nah, musuh Islam ini keder melihat orang seperti beliau. Hanya modal ceramah saja, bisa mengumpulkan puluhan milyar dalam waktu dekat. Jika dibiarkan, maka puluhan milyar itu bisa menjadi puluhan triliun. Jika puluhan, ratusan dan ribuan triliun sudah terkumpul, bisa jadi kita akan lunasi hutang negeri ini dengan uang tersebut. Dan ini, benar-benar membuat musuh Islam berpikir setengah mati untuk menghentikan langkah beliau.

Sekarang ini, konspirasi-konspirasi jahat yang dialamatkan kepada beliau mulai dilancarkan. Dengan beragam cara dan sudut pandang. Saya ingat majalah yang pertama kali mengusik dakwah beliau dan media-media yang kemudian menyerang beliau secara membabi buta.

Bahkan, ada diantara mereka yang bertanya, “Bagaimana kalau ada jama’ah yang minta uangnya dikembalikan?”

Ini pertanyaan bodoh. Sangat bodoh. Karena sampai sekarang, tidak ada jama’ah yang datang menarik investasi yang sudah diititipkan dalam PA dan PU yang beliau gagas itu. Bahkan, di luar sana, banyak sekali jama’ah yang ingin bergabung. Tapi belum kesampaian. Baik karena uangnya terpakai untuk kebutuhan lain, atau yang memang sedang mengumpulkan uang sejumlah itu.

Oya, jangan cerita ke siapa-siapa ya? Beliau ini, berdasarkan sumber yang tidak mau disebut namanya, didatangi oleh beberapa orang yang hendak mencalonkan diri menjadi calon Presiden di pemilu mendatang. Dan, ustadz YM ini ditawari untuk menjadi wakilnya. Dengan tegas, ustadz yang masih muda dan tampan itu menolak. Dan penolakan beliau, berujung pada konspirasi jahat yang tengah terjadi saat ini.

Akhirnya, kita sepakati perkataan Ustadz M Natsir. Sang pendahulu dakwah di negeri ini pernah berpesan. Bahwa orang Islam yang mengurusi ekonomi, politik dan hal-hal ‘duniawi’ lainnya, tidaklah mungkin dibiarkan.

Beliau kemudian melanjutkan, jika tidak mau diganggu, maka berislamlah hanya di masjid saja. Sholat, dzikir, baca Qur’an, istighotsah dan ibadah-ibadah ritual lainnya.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Kita doakan ustadz-ustadz kita itu. Terlebih lagi, beliau-beliau yang terjun ke rimba raya politik dan ekonomi. Agar Allah menolong mereka, Agar Allah menguatkan mereka. Dan kita, menjadi bagian dari mereka.

Para musuh Islam memang membuat makar. Tapi ingatlah, Bahwa Allahlah sebaik-sebaik pembuat makar.

Karena kita punya Allah, maka kita punya berjuta harapan.

Karena kita punya Allah, maka musuh hanyalah kerikil yang akan kita tendang ketika menghalangi jalan Kita.

Karena kita punya Allah, maka tak ada alasan untuk mundur dari peperangan ini.

Karena Islam, akan tetap menang. Dengan atau tanpa kita.

Tetaplah bertahan dan Bersiap-siagalah.

Pirman

Popularity: 4% [?]

“Rakyat adalah gudangnya gagasan, Pemimpin jangan sok pinter. Kita cuma eksekutor,” itu kredo terbesar Jokowi.

July 25th, 2013 by dr.emi

Tahun 2005 saya pernah menyaksikan sendiri bagaimana seorang Sekda sebuah Provinsi membawa rombongannya, dengan puluhan mobil mewah, berisi anak buahnya dan keluarganya, makan-makan di restoran terkenal di Puncak. </p>
<p>Yang saya dengar hal seperti itu dilakukan dengan biaya operasional Pemerintahan, dan coba di cek hampir semua pejabat di Indonesia menggunakan dana operasional untuk keperluan pribadi. Dana Operasional biasanya masuk ke dalam dana tunjangan jabatan, kalo anggota DPR bisa masuk ke tunjangan komunikasi atau kalo masa reses di kasih duit juga. Jadi dana operasional bebas dilakukan untuk apa saja berkaitan dengan aktivitas sang pejabat. Bila pejabat lain buat maen golf potret dengan caddy-caddy cantik, Jokowi menggunakannya untuk menemui rakyat, mendengarkan dan merasakan kehidupan mereka sehari-hari.</p>
<p>Untuk baju Gubernur itu anggarannya bisa sampai Rp. 1,2 Milyar, bahkan kerap anggaran baju gubernur saja kalah Seperti anggaran monitoring dan evaluasi perbaikan gizi masyarakat hanya dianggarkan Rp 293,9 juta, anggaran untuk pelayanan dan pembinaan lanjut usia (lansia) Rp 97 juta, rehabilitasi lansia Rp 188 juta, dan pengembangan cadangan pangan daerah untuk belanja beras yang hanya Rp 225 juta. Kejadian itu di Bengkulu. </p>
<p>Jokowi menolak semua itu, ia memakai baju sederhana, mobil dinas hanya satu saja, anak-anaknya dan isterinya tidak boleh memanfaatkan fasilitas negara untuk keperluan pribadi, tidak ada lagi pos anggaran baju dinas yang makan duit banyak, anggaran perbaikan rumah dinas, anggaran mebel dan anggaran yang tidak perlu untuk keperluan pribadi tidak boleh lagi, Pemimpin harus sederhana dan terus memperhatikan rakyatnya karena itu jadi contoh. </p>
<p>Blusukan atau mengamati kehidupan rakyat, mengevaluasinya, melakukan masukan data-data langsung, melihat Puskesmas, Posyandu, laporan kegiatan masyarakat, merasakan denyut kehidupan mereka adalah bagian dari metode kerja Jokowi yang disebut dengan "Membangkitkan Demokrasi Partisipatif" atau Rakyat dilibatkan dalam proses pembangunan Pemda DKI. </p>
<p>Memang yang dilihat Jokowi adalah hal-hal sepertinya sepele, seperti selokan, jalan yang berlubang, kali yang meluap tapi kemudian dengan itu Jokowi mencatat rinci, ia memetakan masalah langsung dari akarnya, setelah itu dilakukanlah apa yang disebut lelang jabatan, dengan lelang ini Jokowi merekrut lurah dan camat yang kualitasnya teruji secara objektif, dengan rekrutan baru ini mereka harus bisa bekerja dengan cara-cara Jokowi. Mereka harus terus melaporkan kepada Jokowi langsung, kendali inilah yang kemudian secara pelan-pelan merubah tata kerja Pemda DKI, sekarang pelayanan DKI cepat, efektif dan efisien. </p>
<p>Di tangan Jokowi semuanya berlangsung smooth, rakyat percaya pada pemimpinnya. Keadaan ini bisa menjadi menghemat ongkos-ongkos sosial, kenapa ongkos sosial mahal, pembantaian Koja soal makam mbah Priok adalah contoh bagaimana mahalnya biaya sosial akibat tidak ada rasa percaya masyarakat dengan pemimpinnya, Jokowi membangun rasa percaya itu dengan blusukan, dan pekerjaan-pekerjaan jadi lancar seperti : Pembersihan waduk pluit, bila Gubernur sebelumnya akan sulit memindahkan mereka karena tidak terbangun komunikasi, oleh Jokowi dalam beberapa bulan saja beres, di Tanah Abang misalnya Jokowi tidak main gusur, tapi memberikan tempat, coba kalo seperti Jonan dari PT KAI anak buahnya gebukin pedagang dan membersihkan PKL tapi tidak dikasih tempat alternatif. Jokowi itu memecahkan masalah dan memberikan solusi. </p>
<p>Saya heran dengan orang-orang yang menggugat blusukan, di jaman Gubernur-Gubernur sebelumnya, mereka asyik main golf, kekantor jarang tapi lebih asik lobi sana lobi sini di hotel dan gedung mewah, tidak ada kerja lapangan yang progresif, Jokowi jarang ke kantor karena ia secara intens menemui rakyat, karena pertemuan dengan rakyat adalah kredo-nya. </p>
<p>"Rakyat adalah gudangnya gagasan,  Pemimpin jangan sok pinter. Kita cuma eksekutor," itu kredo terbesar Jokowi. </p>
<p>-Anton DH Nugrahanto-.

Tahun 2005 saya pernah menyaksikan sendiri bagaimana seorang Sekda sebuah Provinsi membawa rombongannya, dengan puluhan mobil mewah, berisi anak buahnya dan keluarganya, makan-makan di restoran terkenal di Puncak.

Yang saya dengar hal seperti itu dilakukan dengan biaya operasional Pemerintahan, dan coba di cek hampir semua pejabat di Indonesia menggunakan dana operasional untuk keperluan pribadi. Dana Operasional biasanya masuk ke dalam dana tunjangan jabatan, kalo anggota DPR bisa masuk ke tunjangan komunikasi atau kalo masa reses di kasih duit juga. Jadi dana operasional bebas dilakukan untuk apa saja berkaitan dengan aktivitas sang pejabat. Bila pejabat lain buat maen golf potret dengan caddy-caddy cantik, Jokowi menggunakannya untuk menemui rakyat, mendengarkan dan merasakan kehidupan mereka sehari-hari.

Untuk baju Gubernur itu anggarannya bisa sampai Rp. 1,2 Milyar, bahkan kerap anggaran baju gubernur saja kalah Seperti anggaran monitoring dan evaluasi perbaikan gizi masyarakat hanya dianggarkan Rp 293,9 juta, anggaran untuk pelayanan dan pembinaan lanjut usia (lansia) Rp 97 juta, rehabilitasi lansia Rp 188 juta, dan pengembangan cadangan pangan daerah untuk belanja beras yang hanya Rp 225 juta. Kejadian itu di Bengkulu.

Jokowi menolak semua itu, ia memakai baju sederhana, mobil dinas hanya satu saja, anak-anaknya dan isterinya tidak boleh memanfaatkan fasilitas negara untuk keperluan pribadi, tidak ada lagi pos anggaran baju dinas yang makan duit banyak, anggaran perbaikan rumah dinas, anggaran mebel dan anggaran yang tidak perlu untuk keperluan pribadi tidak boleh lagi, Pemimpin harus sederhana dan terus memperhatikan rakyatnya karena itu jadi contoh.

Blusukan atau mengamati kehidupan rakyat, mengevaluasinya, melakukan masukan data-data langsung, melihat Puskesmas, Posyandu, laporan kegiatan masyarakat, merasakan denyut kehidupan mereka adalah bagian dari metode kerja Jokowi yang disebut dengan “Membangkitkan Demokrasi Partisipatif” atau Rakyat dilibatkan dalam proses pembangunan Pemda DKI.

Memang yang dilihat Jokowi adalah hal-hal sepertinya sepele, seperti selokan, jalan yang berlubang, kali yang meluap tapi kemudian dengan itu Jokowi mencatat rinci, ia memetakan masalah langsung dari akarnya, setelah itu dilakukanlah apa yang disebut lelang jabatan, dengan lelang ini Jokowi merekrut lurah dan camat yang kualitasnya teruji secara objektif, dengan rekrutan baru ini mereka harus bisa bekerja dengan cara-cara Jokowi. Mereka harus terus melaporkan kepada Jokowi langsung, kendali inilah yang kemudian secara pelan-pelan merubah tata kerja Pemda DKI, sekarang pelayanan DKI cepat, efektif dan efisien.

Di tangan Jokowi semuanya berlangsung smooth, rakyat percaya pada pemimpinnya. Keadaan ini bisa menjadi menghemat ongkos-ongkos sosial, kenapa ongkos sosial mahal, pembantaian Koja soal makam mbah Priok adalah contoh bagaimana mahalnya biaya sosial akibat tidak ada rasa percaya masyarakat dengan pemimpinnya, Jokowi membangun rasa percaya itu dengan blusukan, dan pekerjaan-pekerjaan jadi lancar seperti : Pembersihan waduk pluit, bila Gubernur sebelumnya akan sulit memindahkan mereka karena tidak terbangun komunikasi, oleh Jokowi dalam beberapa bulan saja beres, di Tanah Abang misalnya Jokowi tidak main gusur, tapi memberikan tempat, coba kalo seperti Jonan dari PT KAI anak buahnya gebukin pedagang dan membersihkan PKL tapi tidak dikasih tempat alternatif. Jokowi itu memecahkan masalah dan memberikan solusi.

Saya heran dengan orang-orang yang menggugat blusukan, di jaman Gubernur-Gubernur sebelumnya, mereka asyik main golf, kekantor jarang tapi lebih asik lobi sana lobi sini di hotel dan gedung mewah, tidak ada kerja lapangan yang progresif, Jokowi jarang ke kantor karena ia secara intens menemui rakyat, karena pertemuan dengan rakyat adalah kredo-nya.

“Rakyat adalah gudangnya gagasan, Pemimpin jangan sok pinter. Kita cuma eksekutor,” itu kredo terbesar Jokowi.

-Anton DH Nugrahanto-.

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10151558883447444&set=a.53765742443.67897.601337443&type=1

Popularity: 4% [?]

David Naista, web designer yang mewakili Indonesia pada “World Skill Competition” di Jerman

July 18th, 2013 by dr.emi

David Naista, web designer yang mewakili Indonesia pada “World Skill Competition” di Jerman. David Naista dulunya sering maen ke dremi.INFO, sekarang menjadi super hero!

http://edukasi.kompas.com/read/2013/07/17/1459495/Wakili.Indonesia.Binus.Raih.Emas.World.Skill.Competition.di.Jerman

Selamat dan sukses selalu!

====================SEKILASH INPONYA=======================

JAKARTA, KOMPAS.com - Binus University kembali mengharumkan nama Indonesia melalui ajang World Skill Competition yang berlangsung pada 1-6 Juli 2013 di Leipzig, Jerman. Binus meraih medali emas di bidang Graphic Design Technology. Selain itu, Binus University juga turut meraih Medallion of Excellence di bidang IT Software Solution for Business serta Web Design.

Binus University mengikuti empat dari 48 bidang yang diperlombakan. Keempat bidang tersebut diwakili oleh Ganjar Satrio (Graphic Design Technology), Mohammad Imron Fadillah (IT Software Solution for Business), David Naista (Web Design) serta Angga Friyanto (IT Network System Administrator).

Pada ajang tersebut, Indonesia diwakili oleh 32 peserta yang berlomba di 30 bidang. Secara keseluruhan, tim Indonesia mempersembahkan satu medali emas, satu perak, serta delapan Medallion of Excellence. Penghargaan Medallion of Excellence sendiri diberikan kepada peserta yang berhasil meraih nilai lebih dari 500 poin.

Binus UniversityBinus University mengikuti empat dari 48 bidang yang diperlombakan. Keempat bidang tersebut diwakili oleh Ganjar Satrio (Graphic Design Technology), Mohammad Imron Fadillah (IT Software Solution for Business), David Naista (Web Design) serta Angga Friyanto (IT Network System Administrator).

Keberhasilan Indonesia meraih emas pada ajang ini sangat membanggakan. Hal ini mengingat medali tersebut adalah medali emas pertama sejak keikutsertaan Indonesia di ajang World Skill Competition pada 2007 silam di Jepang.

Keempat peserta, yang merupakan siswa SMK ini, sebelumnya telah mengikuti pelatihan dengan tim ahli Binus University, yakni Arnold Sandjaja (Graphic Design Technology), Win Ce (IT Software Solution for Business), Meiliana (Web Design) dan Johan M Kerta (IT Network System Administrator) sejak Januari 2013.

“Keterlibatan Binus di ajang ini sebagai bukti bahwa Binus mempunyai komitmen dan kualitas pendidikan world class yang baik. Ini dapat dilihat dari hasil yang kita peroleh. Dari semua peserta yang kita kirimkan, semuanya memperoleh hasil memuaskan,” ujar Win Ce, S.Kom., MM selaku Deputy Chief Expert IT Software Solution for Business kepada Kompas.com, Rabu (17/7/2013).

Beasiswa penuh

World Skill Competition merupakan kompetisi sekaligus arena unjuk kebolehan terhadap penguasaan kompetensi keterampilan kerja berbagai bidang kejuruan. Mereka yang berkompetisi adalah generasi muda berusia maksimal 22 tahun dengan standar keahlian di bidang kejuruan tertentu.

Kegiatan ini diikuti oleh 63 negara dengan sekitar 48 bidang yang dilombakan. Hingga saat ini, Indonesia telah berpartisipasi dalam World Skill Competition sebanyak empat kali sejak tahun 2007. Tahun 2007 Indonesia berhasil meraih satu perak dan tahun 2011 meraih satu perunggu dan tiga Medallion of Excellence.

“Selama mengikuti ajang kompetisi tingkat dunia ini kami para Expert ataupun Competitor mendapatkan international experience yang begitu berharga. Kami dapat bertemu dan bertukar ilmu serta pengalaman dan mengetahui bahwa ternyata Indonesia ternyata tidak kalah jauh dengan negara lain,” kata Win Ce.

Adapun keempat peserta World Skill Competition ini akan mendapatkan beasiswa penuh dari Binus University. Salah satunya adalah Ganjar Satrio, peraih emas di ajang ini yang memilih untuk melanjutkan pendidikannya di Binus University.

Popularity: 4% [?]

JOKOWI: PEMIMPIN ADALAH KETEGASAN TANPA RAGU

May 25th, 2013 by dr.emi

Saya Khairul Azami, hanyalah seorang sarjana Informatika. Tak mengerti arti pemerintahan dan politik. Namun belakangan ini, saya merasa tertantang untuk kembali menulis. Dulunya saya banyak menulis tutorial gratis untuk kepentingan publik. Dimasa masa sulitnya mencari ilmu tentang dunia web development dan design. Namun karena kesibukan, saya vakum beberapa taun lamanya.

Ya, saya sekarang merasa sangat muak dengan melihat banyak nya tontonan, berita, kabar di koran, web portal berita, dan media sosial lainnya perihal bobroknya negara ini. Mulai dari koruptor yang doyannya maen perempuan, sampe ke masalah ke kanakkanakan yang dipraktekkan oleh salah seorang Anggota DPRD baru baru ini kepada pa Jokowi.

JOKOWI: PEMIMPIN ADALAH KETEGASAN TANPA RAGU

Siap tak mengenal sosok sederhana ini. Tak banyak bicara, sering dicrewetin, sering dicaci, dimaki, dan banyak dicemooh kalangan pejabat negara 1 level keatas. Presiden, hanya mampu mencontoh dan ikut2an disaat beliau disbut2 sering blusukan. Kata “meraka” blusukan kok bangga. Ya, tentu saja. Blusukan buat “mereka” adalah pekerjaan sia sia, bikin capek. Ga ada duitnya. Tapi bagi jokowi dan rakyat Indonesia: udah banyak melihat hasilnya. Blusukan itu adalah salah satu cara mencari tau “ada apa di bawah sana”.

LALU, PEDULI APA DENGAN SEMUA MAKIAN ITU

Jokowi, saya mendukungmu. Apapun yang terjadi, tetap bekerja, tersenyum. Islam mengajarkan kita smua untuk memimpin dengan arif dan bijaksana. Anda telah mempraktekkannya, dan saya sebagai salah satu rakyat, mengakui dan melihat secara langsung bagaimana Anda bekerja. Tak banyak bicara, langsung tepat sasaran. Pengalaman Anda di luar negeri sana, sangat berguna untuk menghandle masalah di Indonesia.

MUAK DENGAN KEBODOHAN PARA PEMIMPIN

Saya muak, bertaun taun selepas eyang Harto, negara saya bukannya makin membaik, malah makin bobrok. Katanya, Pa Harto bertangan besi, namun apa yang saya liat sampai sekarang ini malah lebih buruk dari semua itu. Para koruptor bukannya semakin sedikit, malah semakin banyak dan semakin bodoh. Cuci uang katanya kok beliin cewe barang dan sejenisnya. Betapa bodohnya meraka, moral hanyalah kamoflase dan ketikan belaka. Tak bermakna. Kata moral bagi mereka hanyalah topeng. Dan merekapun tak tau malu, diciduk KPK bukannya tertunduk malu, malah nyengir, ketawa, sambil lambai lambai tangan. Mukamu dimana?

Artikel mengenai JOKOWI dapat dibaca disini juga sebagai referensi bangsa:

http://jokowipresiden2014.blogspot.com/2013/03/jokowi-for-presiden-2014-atau-2019.html

MERDEKA!!!!

Popularity: 6% [?]

Muak dengan tingkah laku Ahmad Husein Alaydrus (DPRD dari Demokrat)

May 25th, 2013 by dr.emi

Saya selaku anak bangsa, mendukung petisi “Berhentikan Ahmad Husein Alaydrus”

Mari bergerak bersama, BERSIHKAN ANTEK ANTEK MANUSIA MANUSIA TAK BERGUNA DARI INDONESIA. Mari mendukung para INOVATOR dan PEKERJA KERAS di Indonesia. Untuk kemajuan bersama, terlepas dari KEBODOHAN, dan KEMUNAFIKAN para pemimpin negeri ini!

Silahakn TANDA TANGANI PETISI Berhentikan Ahmad Husein Alaydrus disini:

http://www.change.org/id/petisi/badan-kehormatan-dprd-dki-jakarta-berhentikan-ahmad-husein-alaydrus

Buka gambar dibawah ini buat panduan cara mengisi petisi:

Dan berikut link artikel terkait perihal bobroknya Anggota DPRD yang satu ini:

http://politik.kompasiana.com/2013/04/24/kenapa-alaydrus-begitu-dendam-kepada-jokowi-ahok-554283.html

http://metro.news.viva.co.id/news/read/415444-ahok–dprd-mau-makzulkan-jokowi–belagu-banget

 

Dan ini merupakan kutipan dari salah satu komentar terbaik yang saya baca:

…. Bagi mereka para penguasa yang ingin menjegal Jokowi untuk maju di pilpres 2014 nanti. Sekarangpun sudah bisa kita dengarkan statemen-statemen mereka untuk menghalangi Jokowi maju di pilpres mendatang. diantara statement mereka adalah :

Planing A :
1. Selesaikan dulu masalah Jakarta
2. Tuntaskan masa jabatan sampai 2017
3. Tuduhan kutu loncat
4. Dukungan untuk 2019

Mereka menutup mata atas kondisi Bangsa yang sangat membutuhkan Jokowi untuk menyelamatkan Negri ini, padahal Jakarta sudah banyak perubahan di tangan Jokowi.

Planing B :
Upayakan posisi Jokowi hanya sebagai wapres, pasangkan dg Megawati. Dg begitu akan lebih mudah untuk menjatuhkan mereka dalam pertarungan politik 2014 nanti, dimana kita tau Megawati memiliki banyak dosa-dosa politik di era kepemimpinannya. mulai dari penjualan gas kpd china, kasus sipadan & ligitan, penjualan saham TELKOM, Tanker, undang-undang buruh dll. Disamping itu Jokowi hanya akan menjadi “Pengekor” dari megawati yang tidak bisa menetapkan kebijakan, akan akan membuat rakyat tidak simpatik pada kedua pasangan. Sehingga lawan-lawan politik Jokowi akan memperoleh kesempatan besar untuk menang dalam pertarungan politik 2014 nanti.

Kenapa Jokowi harus maju di PILPRES 2014 ?
Kita tahu benar bahwa Jokowi masih 5 bulan memimpin Jakarta, dan masih terlalu dini untuk menilai tingkat keberhasilannya dalam menata & memimpin Jakarta. Tapi kita juga tidak boleh menutup mata bahwa Kinerja Jokowi yang tidak kenal lelah dan tidak mengenal batasan jam kerja, membuat rakyat semakin yakin bahwa masalah jakarta akan ……

>>> Selengkapnya silahkan baca DISINI >>>>>

My Facebook
My Facebook Group
Youtube Chanel
My Twitter
My Blog
Game “Indonesia Baru 2014″
My SoundCloud
My G+
My Google Page
My Deviant Art

Popularity: 5% [?]

BANDUNG: JALAN BERLOBANG, PARKIRAN DIMANA-MANA

May 23rd, 2013 by dr.emi

MOTOR YANG SANGAT COCOK UNTUK MEDAN KOTA BANDUNG
KHUSUSNYA DI DEPAN PASTEUR REGENCY
MENGARAH KE GUNUNG BATU

KEPADA WALIKOTA, GUBERNUR DAN PIHAK TERKAIT LAINNYA: UDAH PARAH NEH LOBANG2. KERJA DONGG…

Popularity: 5% [?]

jokowi memimpin dengan logika, pemahan yang kuat perihal teknik pemerintahan, serta strategi nya yang selalu inovatif!

May 22nd, 2013 by dr.emi

Komentar saya sama pa JOKOWI:

“orangnya cerdas, ga muluk muluk. berwibawa dan yang pnting ga katrok dan selalu mengikuti perkembangan teknologi. jokowi memimpin dengan logika, pemahan yang kuat perihal teknik pemerintahan, serta strategi nya yang selalu inovatif!”

Dukung beliau menjadi presiden, dengan voting disini, lalu klik tombol pilih pada photo pak JOKOWI:

http://ri1.tv/content/votepresiden/

Berikut biografi singkatnya:

Ir. H. Joko Widodo (lahir di Surakarta, 21 Juni 1961; umur 51 tahun), atau yang lebih akrab dipanggil Jokowi, adalah Gubernur DKI Jakarta terhitung sejak tanggal 15 Oktober 2012. Ia merupakan gubernur ke-17 yang memimpin ibu kota Indonesia.

Sebelumnya, Jokowi menjabat Wali Kota Surakarta (Solo) selama dua periode, 2005-2010 dan 2010-2015, namun baru 2 tahun menjalani periode keduanya, ia mendapat amanat dari warga Jakarta untuk memimpin Ibukota Negara. Dalam masa jabatannya di Solo, ia didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota. Ia dicalonkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Joko Widodo lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo. Dengan kesulitan hidup yang dialami, ia terpaksa berdagang, mengojek payung, dan jadi kuli panggul untuk mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan. Saat anak-anak lain ke sekolah dengan sepeda, ia memilih untuk tetap berjalan kaki. Mewarisi keahlian bertukang kayu dari ayahnya, ia mulai pekerjaan menggergaji di umur 12 tahun. Penggusuran yang dialaminya sebanyak tiga kali di masa kecil mempengaruhi cara berpikirnya dan kepemimpinannya kelak setelah menjadi Walikota Surakarta saat harus menertibkan pemukiman warga.

   
   

 

Rebranding Solo

Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui slogan Kota Solo yaitu “Solo: The Spirit of Java”. Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.
- See more at: http://ri1.tv/content/profilcapres/detail/?capres=Joko_Widodo#sthash.5DU16Wed.dpuf

Sumber: http://ri1.tv/content/profilcapres/detail/?capres=Joko_Widodo

Popularity: 4% [?]

DISKON HARGA LISENSI WEBSEN 25%, PROMO HARI JADI DR.EMI CREATIVE DESIGN

May 16th, 2013 by dr.emi

Hari jadi brand lawas kami “dr.emi creative design” yang diperingati setiap tanggal 05 Mei kemarin, berimbas positif pada semangat kami dalam mengembangkan produk produk unggulan. Salah satunya WebSen System, karya Anak Bangsa, pertama dan satu satunya di Indonesia.

Untuk itu kami memberikan promo potongan harga lisensi hingga 25 %. Berlaku untuk pembelian lisensi WebSen yang di bandrol dengan pembelian mesin absensi Solution X-100C.

Hubungi kami di 0812 2230 1298 atau sales@webabsen.com untuk info lebih lanjut.
Terimakasih dan salam hormat.

DREMI SOLUSI INFORMATIKA

M. Khairul Azami, S. Kom
(CEO & Founder)

Popularity: 3% [?]

 
 
 
 
Category
stack

Switch to our mobile site